Pages

Rabu, 28 Maret 2018

TURBA PENGURUS PUSAT IASS KE PW BALI


Pada Jum'at 23 Maret bertepatan dengan 5 Rajab 1439 H. Pengurus Pusat Ikatan Alumni Santri Sidogiri (IASS) melakukan Turba/ Turun ke bawah ke Pengurus Wilayah IASS Bali yang ditempatkan di PK Kintamani, hadir dalam kesempatan tersebut Sekjen IASS Ustadz Luthfillah  Habibi.SEI.MSA dan beberapa stap PP IASS. dalam kesempatan tersebut Pengurus Pusat menyampaikan bahwa kegiatan Turba ini adalah kegiatan lima tahunan yang ketepan pada saat ini jatuh pada tahun 1439 hijriyah, Turba di Bali ini adalah rangkaian kegiatan Turba terakhir yang bersamaan dengan Turba ke PW Jabodetabek yang dilaksanak oleh pengurus yang lain.
dalam keterangannnya Sekjen IASS menyampaikan bahwa IASS mempunyai dua organisasi sayap yang senantiasa bersinergi dengan Kegiatan IASS dua sayap tersebut adalah BANSUS 1455 Dan HMASS . Bansus 1455 bergerak dibidang keamanan dan penggulangan Bencana alam, diharapkan pada tahun ini anggota Bansus 1455 mencapai 1000 anggota, sedangkan HMASS adalah organisasi sayap kemahasiswaan yang kepengurusannya sudah diakui secara resmi oleh Majelis keluarga Pondok Pesantren Sidogiri. 



Tujuan Turba ini sendiri adalah sebagai ajang Silaturahmi PP ke PW disamping merupakan Konsolidasi kepengurusan dan juga sekaligus Laporan PW atas kegiatan yang sudah dilaksanakan dan yang akan dilaksankan di tahun yang akan datang , disamping konsolidasi Organisasi pada Turba kali ini juga di isi dengan Kajian Pemantapan Akidah Ahlus Sunnah wal Jamaah yang di isi oleh pemateri dari Dewan Pakar IASS dan di ikuti oleh Anggota IASS dan Masyarakat sekitar Kintamani .Peserta Kajian sangat Antusias mengikuti Kajian ini terbukti dari Kajian yang disampaikan terdapat sesion tanya Jawab dari peserta yang dijawab dengan sangat memuaskan oleh pemateri itu sendiri .


 Dalam Kesempatan ini juga dibacakan Taujihad dari Presiden IASS yang merupakan pegangan untuk Pengurus dan Anggota IASS didalam menyikapi keadaan yang sedang berkembang di Masyarakat terutama di tahun POLITIK 2018/2019

Pembawa acara Kadiv Diklat

Pembacaan Sholawat Nabi

Peserta Kajian Akidah

Pemaparan dari PP



Doa Oleh Ketua MUI Gianyar


Konsolidasi Pengurus




Pendataan Alumni


Kajian Pemantapan Akidah





Salah satu peserta Kajian Muallaf

Pengobatan Herbal


Selasa, 27 Maret 2018

Pengajian Sidogiri di Kintamani



















Selasa, 19 Desember 2017

AKSI BELA PALESTINA


Persoalan Palestina, menurut saya dan (mungkin) kita, bukan lagi persoalan sengketa tanah antara bangsa Arab dan bangsa Yahudi, namun sudah menjadi persoalan agama kita, juga kemanusiaan kita. Selain merupakan salah satu tempat suci umat Islam, Palestina juga merupakan bangsa yang paling tertindas di dunia; bangsa yang masih terus terjajah meskipun kolonialisme dunia sudah berakhir.
Maka, tidak ada pilihan lain bagi kita kecuali melakukan apa yang kita mampu untuk membantu Palestina. Apapun yang bisa kita lakukan untuk Palestina, lakukanlah!. Dan, doa adalah senjata utama yang tidak boleh kita tinggalkan dalam sekejap pun. Kita yakin seyakin-yakinnya, bahwa doa yang kita panjatkan dengan sungguh-sungguh akan membuahkan hal-hal di luar dugaan dan di luar perhitungan.
Doa adalah pernyataan tulus bahwa kita tidak memiliki kekuatan apa-apa. Selain itu, doa adalah kristalisasi dari pandangan hidup kita. Apa yang kita panjatkan dengan sepenuh hati dalam doa merupakan tujuan paling jujur dari hidup kita. Karena itulah, Sidogiri seringkali mereaksi tragedi-tragedi keumatan dengan istighatsah dan doa bersama, sebagai landasan paling mendasar dari langkah-langkah lanjutan berikutnya.
Selebihnya dari itu, mari kita lakukan apa yang kita bisa dan kita mampu, dengan tenaga, pikiran, harta, waktu dan perhatian kita. Kita mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Saudara-saudara kita di Jakarta dan seluruh dunia dengan melakukan demo besar-besaran, juga apa yang dilakukan oleh Pemerintah kita dan seluruh negara-negara dunia dengan menyampaikan kecaman-kecaman keras dan misi-misi diplomatik.
Kita tentu saja mengharapkan langkah-langkah nyata yang melebihi hal itu, khususnya dari para pemangku pemerintahan kita. Namun demikian, sangat perlu untuk selalu kita ingat, bahwa merupakan tindakan para pengecut jika kita mendorong orang lain melakukan sesuatu, sementara kita sendiri tidak berbuat apa-apa
di Kutip dari tulisan Mas Dwy Sadoellah

Senin, 18 Desember 2017

Pelatihan Mengurus Janazah

Salah satu kewajiban Kifayah bagi orang Muslim adalah ketika salha satu dari saudaranya yang muslim meninggal dunia, maka wajib bagi sebagian Muslim itu untuk mengurus Jenazahnya.
IASS sebagai organisasi yang juga menangani masalah keagamaan pada Jumat 20 Oktober mengadakan kegiatan Pelatihan Janazah bagi anggota IASS dan juga untuk Masyarakat umum. Pelatihan ini sendiri bertujuan untuk memberikan pelajaran kepada Masyarakat bagaimana cara mengurus Jenazah yang benar menurut kaidah yang ada didalam Kitab Fiqih sebagai Pemateri adalah Ustadz Ishaq Ashari Tutor yang memang sudah mendapatkan sertifikat dari Kadiv Diklat IASS yang telah diadakan pelatihan Standarisasi.
Ada beberapa Hikmah dengan diadakannya pelatihan ini , Pengurusan jenazah dalam agama islam tentunya mengandung beberapa hikmah yang harus dipahami oleh setiap muslim. Beberapa hikmah pengurusan jenazah sebagai berikut.


1. Mendapatkan pahala yang besar.
Mengurus jenazah orang yang meninggal telah disyariatkan dalam hukum islam sehingga jika kita melakukannya akan mendapatkan ganjaran pahalaa yang besar dari Allah swt.

2. Menjaga kehormatan umat islam.
Seorang muslim yang telah meninggal dunia pun, wajib dijaga kehormatanya. Hal ini ditunjukan dengan adanya ketentuan bahwa yang berhak untuk memandikan jenazah itu adalah anggota keluarga, muhrim atau yang berjenis kelamin sama dengan jenazah. Sebagai bukti bahwa manusia adalah makhluk paling mulia shingga apabila salah seorang manusia meninggal dihormati dan diurus dengan sebaik-baiknya menuru

3. Menjaga Aib Mayit
Ketentuan memandikan oleh kerabat atau sesama jenis kelamin adalah untuk menjaga aib jenazah itu sendiri karena hanya kaum kerabatlah yang dapat dipercaya untuk menjaga nama baik dari si jenazah.

4. Senantiasa mengingat kematian.
Umat manusia pasti akan menemui kematian. Dengan pengurusan jenazah ini umat islam dapat merefleksikannya untuk mengingat kematian dan memperbanyak perbuatan baik.

5. Meningkatkan kepedulian sosial kepada sesama muslim.
Umat islam adalah satu, maka apabila sesama umat islam mengalami musibah hendaknya turut bersimpati. Pengurusan jenazah dapat meningkatkan kepekaan sosial dan kepedulian kita kepada sesama umat islam, dengan penyelenggaraan janazah membantu meringankan beban keluarga jenazah dan sebagai ungkapan belasungkawa atas musibah yang dideritanya.

6. Mengingatkan manusia bahwa manusia diciptakan dari tanah.

Manusia dilarang sombong dan merasa dirinya hebar dan kuat karena pada akhirnya manusia akan dikembalikan ke asalnya yaitu tanah
Galeri Foto Pelatihan